Hati-Hati Dalam Memilih Pasangan: Sebuah Renungan
Seorang rekan pernah bercerita kepada saya tentang seseorang yang menikahkan putri semata wayangnya dengan seorang laki-laki tanpa memperhatikan asal usulnya. Ia tidak memedulikan agama dan nasab calon menantunya.
“Bagaimana keadaan agama dan nasabnya?” ujar rekan saya. Ia merasa prihatin dan berkata, "Lihatlah keluarga ini, mereka menikahkan putrinya dengan lelaki yang tidak jelas asal usulnya."
Cerita ini menyadarkan kita bahwa keputusan memilih pasangan hidup bukanlah perkara sepele. Apa yang ingin saya sampaikan kepada anak-anak muda adalah untuk menjauhi kebiasaan berleha-leha dan bermalas-malasan. Jadilah orang yang rajin shalat, berbakti kepada orang tua, dan menghormati guru. Hindari kebiasaan begadang, bergaul secara berlebihan, atau menghabiskan waktu dengan aktivitas yang sia-sia, karena hidup ini sangat singkat.
Pentingnya Memilih Pasangan dengan Bijak
Hal yang sangat penting dalam memilih pasangan adalah tidak mudah terlena oleh kecantikan atau ketampanan semata. Kecantikan adalah hiasan hawa nafsu yang sifatnya sementara. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan untuk menikah, karena kehidupan rumah tangga bukan hanya akan dijalani seorang diri. Dalam rumah tangga, ada tanggung jawab bersama, termasuk mendidik anak-anak dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Apa arti kecantikan seorang istri jika ia selalu cemberut dan hanya membuat rumah tangga terasa seperti neraka? Sebaliknya, seorang istri yang mungkin tidak terlalu cantik namun mampu menghadirkan suasana rumah tangga yang damai dan menyejukkan adalah berkah tak ternilai.
Begitu pula bagi wanita, jangan mudah terpengaruh oleh rayuan, ketampanan, atau harta semata. Jika seorang wanita dihadapkan pada pilihan antara ketampanan dan harta melawan ilmu dan akhlak mulia, pilihlah ilmu dan akhlak. Sebab, ketampanan dan harta akan kehilangan arti jika tidak disertai akhlak yang baik dan keteguhan dalam beribadah. Apa gunanya semua kelebihan duniawi jika hati selalu risau, sedih, dan gelisah karena tidak dilandasi iman dan akhlak mulia?
Dampak Kesalahan dalam Memilih Pasangan
Kesalahan dalam memilih pasangan tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada anak-anak, orang tua, saudara, dan bahkan tetangga. Seperti cerita rekan saya tadi, keluarga tersebut tidak mampu merasakan kenikmatan dalam rumah tangganya. Mereka tidak dapat memanfaatkan waktu bersama untuk beramal karena Allah. Waktu bersama anak dan istri pun berlalu tanpa bekas sebagai bekal kebaikan.
Pesan untuk Santri
Oleh karena itu, saya ingin memberikan nasihat kepada seluruh santri Pondok Pesantren Al-Mawardi agar berhati-hati dalam memilih pasangan hidup. Perhatikan agama, nasab, harta, dan kecantikannya. Namun, utamakanlah agama, diikuti dengan nasab yang baik. Jangan pernah abaikan hal-hal ini karena pernikahan bukan hanya untuk membangun keluarga, tetapi juga untuk mencari ridha Allah dan kebahagiaan dunia akhirat.
Semoga kita semua diberi kemudahan untuk memilih pasangan yang dapat membawa kebaikan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam hidup kita.
Tags : sosialBagikan :