Memahami Fitrah Manusia dalam Perspektif Islam
Dalam program Kalam Ramadhan, Gus Badrut Tamam menyampaikan pemahaman mendalam tentang hakikat penciptaan manusia sebagai makhluk paling sempurna di dunia. Konsep ini bukan hanya sekadar keyakinan, tetapi juga menjadi dasar bagaimana manusia memahami peran dan tanggung jawabnya di bumi.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa manusia memiliki Fitrah yang melekat dalam dirinya. Fitrah pertama adalah bahwa manusia berjasad atau memiliki fisik. Keberadaan tubuh adalah bukti nyata bahwa kita adalah makhluk ciptaan Allah yang unik, berbeda satu sama lain dalam rupa dan bentuk. Ini mengingatkan kita untuk senantiasa mensyukuri apa yang telah diberikan oleh-Nya, baik kelebihan maupun kekurangan fisik yang dimiliki.
Lebih dari sekadar jasad, manusia juga memiliki fitrah ins (Ina'), yaitu kemampuan untuk merasakan, menghargai, dan mencintai satu sama lain. Dengan diberi akal dan perasaan, manusia bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Namun, dalam kesempurnaannya, manusia tetap memiliki keterbatasan. Tidak ada manusia yang serba bisa dan tak terkalahkan. Ada ketidakberdayaan dan ketidakpastian yang menjadi bagian dari kehidupan. Justru, kesadaran akan keterbatasan inilah yang seharusnya mendorong kita untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Allah.
Pernyataan Gus Badrut Tamam juga mengingatkan kita pada kisah penciptaan Nabi Adam AS dan keangkuhan Iblis yang menolak untuk bersujud kepadanya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk istimewa yang mendapat kehormatan dari Allah, tetapi pada saat yang sama juga diuji dengan hawa nafsu dan godaan. Oleh karena itu, manusia harus tetap rendah hati dan sadar bahwa kesempurnaan yang diberikan Allah bukan untuk kesombongan, melainkan sebagai amanah untuk menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya.
Sebagai umat Islam, kita diajak untuk tidak hanya memahami fitrah ini secara teoritis, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga hubungan baik dengan sesama, terus belajar, serta memperkuat keimanan kepada Nabi Muhammad SAW adalah bagian dari menjalani fitrah yang telah diberikan Allah. Tanpa bimbingan beliau, kita tidak akan bisa merasakan keindahan Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Kesempurnaan manusia bukan berarti tanpa kekurangan, tetapi justru terletak pada kemampuannya untuk belajar, berkembang, dan kembali kepada fitrah yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta.
Tags : Agama Islam Kalam Ramadan Kajian IslamBagikan :