Guruku Adalah Idolaku
K.H. Mohammad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, adalah sosok ulama yang menjadi teladan bagi banyak orang. Beliau dikenal sebagai pribadi yang baik, sabar, ramah, dan santun. Di mana pun beliau berada atau ke mana pun beliau pergi, terasa keberkahan menyertai.
Keberkahan itu tampak dari kesalehan beliau dalam beribadah dan dzikir kepada Allah SWT. Akhlak beliau yang mulia, dipenuhi kesabaran, kelembutan, dan kerendahan hati, membuat siapa saja merasa nyaman berada di dekatnya. Beliau layaknya air hujan yang memberi manfaat di mana pun ia jatuh. Kehadirannya selalu membawa kegembiraan, dan orang-orang merasa betah duduk berlama-lama bersama beliau.
Akhlak yang Menginspirasi
Dalam hidup ini, saya sering bertemu dengan tuan guru yang mulia ini. Satu hal yang paling saya kagumi dari beliau adalah kebiasaan memberi manfaat kepada siapa saja yang berinteraksi dengannya. Setiap kali beliau bertemu atau duduk bersama seseorang, beliau selalu menyampaikan sepotong ilmu, baik berupa nasihat, motivasi, maupun inspirasi.
Beliau tidak pernah membiarkan teman duduknya pergi tanpa mendapatkan manfaat. Semua itu disampaikan dengan cara yang menarik, sederhana, penuh kerendahan hati, dan selalu dihiasi senyuman. Tak jarang pula, nasihat beliau diselingi candaan ringan yang membuat suasana menjadi hangat.
Dalam setiap majelis beliau, suasana penuh inspirasi dan pengetahuan selalu terasa. Bahkan, sering kali orang-orang yang hadir membawa pena dan kertas untuk mencatat nasihat yang beliau sampaikan. Beliau memastikan setiap majelis tidak berlalu sia-sia dengan obrolan kosong, apalagi ghibah atau pembicaraan yang tidak bermanfaat.
Menjadikan Waktu Lebih Bermakna
Sikap disiplin dalam memanfaatkan waktu yang ditunjukkan oleh K.H. Mohammad Syamsul Arifin adalah teladan bagi kita semua. Beliau mengajarkan bahwa setiap kesempatan berkumpul dengan orang lain sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.
Jadikan pertemuan sebagai waktu untuk berbagi ilmu, membahas ayat Al-Qur’an, menggali hukum syari’at, atau mendiskusikan hal-hal positif yang membawa manfaat bagi semua orang. Sikap ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menjaga pertemuan dari hal-hal yang sia-sia atau berdosa.
Demikianlah keteladanan seorang ulama besar seperti K.H. Mohammad Syamsul Arifin. Akhlak, ilmu, dan kedisiplinan beliau dalam memanfaatkan waktu adalah inspirasi bagi setiap Muslim untuk menjalani kehidupan dengan lebih bermakna.
Tags : beritaBagikan :